“Hari ini kita memeringati Hari Pahlawan yang merupakan hari penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Pertempuran Surabaya inilah yang menjadi cikal bakal Hari Pahlawan Nasional yang masih kita peringati hingga detik ini. momentum hari pahlawan harus bisa menjadi refleksi dan motivasi bagi generasi muda penerus bangsa. Tidak saja sekadar mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga bagaimana meneladani nilai-nilai luhur perjuangan para pahlawan.





Adopsi atribut para pahlawan yang sudah gugur memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa, sebenarnya tak cukup hanya digunakan dan melekat pada tubuh siswa hingga mahasiswa pada momen yang sarat dengan sejarah bangsa. Generasi sekarang membutuhkan, pemahaman, hingga akhirnya sampai kepada penghayatan untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangan para pahlawan dalam kehidupannya. Hari pahlawan dalam konteks dunia Pendidikan sebaiknya dimaknai sebagai upaya merefleksikan sejarah ke dalam kurikulum Pendidikan nasional.
Pemaknaan ini dinilai penting mengingat saat ini bangsa Indonesia menuju relovusi industry 4.0 atau society 5.0. Dalam konteks itu, bangsa Indonesia memerlukan identitas kebangsaan dan sejarah yang jujur dan benar. Hal tersebut penting dalam menghadapi benturan dengan berbagai kepentingan global, baik di bidang sosial, politik, bahkan benturan budaya yang semuanya itu difasilitasi dengan digitalisasi yang sangat kuat berpengaruh di semua aspek kehidupan. Menghadapi kenyataan itu generasi penerus cenderung tidak memahami sejarah, dikarenakan sejarah tidak lagi menjadi mata pelajaran utama di kurikulum nasional. Mereka akan terombang-ambing akibat benturan yang sangat dahsyat dalam hempasan gelombang besar pergumulan budaya global. Padahal lewat sejarah, generasi penerus akan mengenali pahlawan mereka sebagai bagian dari sejarah dan identitas mereka sebagai bangsa yang besar
