SDN Bubutan 4 Surabaya Yang Zero Waste dan Sebagai Sekolah Rujukan Nasional Yang Berkarakter Dan Ramah Anak

Sebagai manusia modern, rasanya sulit sekali untuk terlepas dari segala sesuatu yang berbahan plastik. Secara sadar ataupun tidak, plastik sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Meskipun akhir-akhir ini banyak cara dilakukan oleh pemerintah maupun LSM Pegiat Lingkungan Hidup demi mengurangi ataupun untuk menghentikan produksi plastik ini, tampaknya hasilnya belum maksimal. Kurangnya aksi nyata dari aparat pemerintah, membuat masyarakat kita yang masih terbiasa menggunakan plastik, cukup kesulitan untuk menggantinya dengan alternatif lain.

Namun hal ini tidak berlaku bagi para siswa-siswi SDN BUBUTAN 4 SURABAYA. Sejak dinobatkan sebagai sekolah Adiwiyata, dan pegiat Lingkungan Hidup bersama Tunas Hijau Indonesia, pihak sekolah mewajibkan para siswa-siswi untuk membawa tepak makan dan botol isi ulang. Tujuannya tentu saja untuk mengurangi konsumsi sampah plastik (zero waste) di lingkungan sekolah, serta memberikan edukasi pada siswa mengenai bahayanya penggunaan plastik.

Selain itu, pihak sekolah juga bekerjasama dengan para penjual di kantin mengenai penggunaan plastik. Mereka meminta para penjual untuk tidak lagi menggunakan bungkusan berbahan plastik dan menggantinya dengan alternatif lain yang ramah lingkungan, seperti daun pisang dan pihak kantin hanya melayani siswa-siswi jika beli nasi harus dengan tepak makanan sendiri termasuk beli minuman dengan botol isi ulangnya sendiri, dengan demikian sekolah dan kantin sudah zero waste. Sejauh ini, hal tersebut berhasil menekan penggunaan plastik di SDN BUBUTAN 4 SURABAYA, bahkan tong sampah yang bisanya setiap hari penuh dengan bungkusan sampah plastik, kini berkurang sepenuhnya hingga yang tersisa hanyalah sampah-sampah organik, seperti dedaunan dan ranting pepohonan.

Program Bank sampah yang sejak dulu diadakan untuk mengurangi sampah-sampah di lingkungan sekolah, biasanya setiap hari selalu mendapatkan kiriman sampah beragam jenis, seperti sampah plastik, dedaunan dan kertas. Kini, setelah program pengurangan sampah plastik digalakkan, jumlah kiriman sampah plastik pada Bank sampah adalah nol. Hal ini menunjukkan betapa suksesnya gerakan sekolah tanpa plastik ini serta tingginya kesadaran siswa akan bahaya yang ditimbulkan oleh plastik ini. Selain itu ada pembiasaan sekolah kami yang lain adalah pembentukan karakter siswa baik melalui kegiatan kader lingkungan hidup (polisi lingkungan,

grebeg pasar, pengelolaan pupuk kompos, operasi semut dan penghematan terhadap air serta pengelolaan limbah air di antaranya pemanfaatan air ac untuk hidroponik dan menyiram tanaman lain yang ada di pot-pot. Pembiasaan sebelum masuk siswa-siswi berantrian salam dan salim dengan guru yang sudah siap di halaman sekolah sebelum masuk ke kelas dan ini dilakukan rutin setiap hari mulai pukul 06.00 hingga bel berbunyi 5 menit sebelum jam masuk sekolah pukul 06.30 wib. Ngosek wc dan senam setiap jumat seminggu sekali. Di samping itu sekolah kami, lagi mengembangkan permainan tradisional anak-anak di saat jam-jam istirahat dan pada waktu olah raga serta kegiatan kepramukaan seperti egrang, gobag sodor, dakon, engkle dan lain-lain.

(Oleh : Imam Subroto Pembina dan Pegiat Lingkungan Hidup serta Pembina Gudep sby 03.033 SDN BUBUTAN 4 SURABAYA)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top